NUSANTARA NEWS CENTER (NNC), Jakarta Timur — Di sebuah dapur di kawasan Ciracas, Jakarta Timur, puluhan pekerja telah memulai aktivitas sejak pagi untuk menyiapkan menu bergizi yang akan didistribusikan kepada hampir 2.000 penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) setiap harinya. Dapur yang beroperasi sebagai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ciracas tersebut dijalankan oleh 45 orang pekerja, yang masing-masing memiliki peran penting dalam memastikan seluruh proses berjalan lancar.

Salah satu pekerja yang berperan dalam operasional dapur adalah Cilia Yumaiza, staf administrasi yang telah bertugas selama sekitar tujuh bulan. Ia bergabung sejak November tahun lalu dengan tujuan awal mengisi waktu luang di sela-sela kuliah. Namun seiring waktu, pekerjaannya di SPPG Ciracas juga menjadi sumber penghasilan yang membantu memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

"Awalnya saya cuma ingin mengisi waktu luang di sela kuliah. Tapi lama-lama saya juga jadi bisa mencari nafkah untuk kebutuhan sehari-hari," ujar Cilia.

Setiap hari Cilia bekerja mulai pukul 07.30 WIB hingga 16.00 WIB. Tugasnya meliputi menyiapkan dokumen pendistribusian makanan, membuat dokumentasi kegiatan dapur, menerima barang yang datang, mengatur jadwal relawan, hingga menyusun laporan harian. Seluruh pekerjaan administrasi tersebut menjadi bagian penting agar distribusi makanan kepada masyarakat dapat berjalan tepat waktu.

Saat ini, SPPG Ciracas melayani sekitar 1.996 penerima manfaat, yang terdiri dari penerima di empat sekolah dan enam posyandu. Jumlah tersebut diperkirakan masih akan terus bertambah seiring dengan perluasan Program Makan Bergizi Gratis.

Dalam operasionalnya, seluruh proses produksi makanan mengikuti Standar Operasional Prosedur (SOP) Badan Gizi Nasional (BGN). Kebersihan dapur dijaga setiap hari, bahan baku diperiksa sebelum dimasak sesuai kebutuhan berdasarkan purchase order (PO), dan seluruh proses pengolahan makanan diawasi oleh tenaga ahli gizi hingga makanan siap didistribusikan kepada penerima manfaat.

Menurut Cilia, tantangan terbesar dalam pekerjaannya adalah memastikan penyusunan purchase order (PO) dilakukan secara tepat agar tidak terjadi kekurangan bahan baku yang dapat menghambat proses memasak maupun distribusi makanan.

"Kita harus memastikan bahan yang dipesan itu pas, tidak boleh kurang, supaya proses pengolahan tidak terganggu dan semua bisa diterima tepat waktu," jelasnya.

Meski demikian, hingga saat ini operasional dapur disebut berjalan tanpa kendala berarti. Selain staf administrasi, keberhasilan distribusi makanan juga didukung oleh tim divisi ompreng, yaitu tim yang bertugas memastikan makanan yang telah selesai dimasak dikemas dengan baik dan siap dikirim kepada para penerima manfaat tepat waktu. Dua orang yang menjalankan tugas tersebut adalah Kusmayanti dan Napisa Latua, yang telah bekerja hampir satu tahun di divisi tersebut dengan jam kerja mulai pukul 12.00 WIB hingga 19.00 WIB.

Bagi Kusmayanti dan Napisa, bekerja di Program Makan Bergizi Gratis bukan hanya menjadi sumber pendapatan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi kehidupan keluarga mereka.

"Kerja di MBG ini sangat membantu, cukup membantu ekonomi keluarga, terutama untuk biaya sekolah anak dan kebutuhan keluarga," kata Kusmayanti, yang diamini oleh Napisa.

Harapan yang sama juga disampaikan oleh Cilia, Kusmayanti, dan Napisa mengenai keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis. Cilia berharap program ini dapat terus memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya dalam memenuhi kebutuhan gizi anak-anak. Sementara itu, Kusmayanti dan Napisa berharap program tersebut terus berjalan karena selain membantu meningkatkan pemenuhan gizi masyarakat, program ini juga memberikan manfaat ekonomi bagi para pekerja dan membantu mengurangi pengeluaran keluarga penerima manfaat, terutama anak-anak yang bersekolah.

Kisah Cilia, Kusmayanti, dan Napisa menjadi gambaran bahwa keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya ditentukan oleh kebijakan, tetapi juga oleh kerja sama puluhan pekerja di tingkat lapangan. Mulai dari administrasi, pengolahan makanan, hingga pengemasan dan distribusi, seluruh proses dilakukan setiap hari untuk memastikan makanan bergizi sampai ke tangan masyarakat secara tepat waktu dan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. (Rangga & Dinda)