Jakarta – Daya beli masyarakat masih menjadi salah satu fokus utama pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah dinamika ekonomi global. Berbagai kebijakan terus dijalankan, mulai dari perlindungan sosial, penciptaan lapangan kerja, penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga peningkatan investasi untuk menjaga pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Kementerian Keuangan dalam publikasi APBN KiTa 2026 menjelaskan bahwa konsumsi rumah tangga tetap menjadi kontributor utama pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pemerintah juga menegaskan komitmennya menjaga daya beli melalui berbagai instrumen fiskal, termasuk program perlindungan sosial yang ditujukan kepada masyarakat yang memenuhi syarat. (Sumber: Kementerian Keuangan RI, APBN KiTa 2026).
Sementara itu, Bank Indonesia dalam Laporan Kebijakan Moneter 2026 menekankan pentingnya menjaga stabilitas harga sebagai salah satu faktor yang mendukung terpeliharanya daya beli masyarakat. Stabilitas inflasi dinilai berperan dalam menciptakan kepastian bagi rumah tangga maupun dunia usaha. (Sumber: Bank Indonesia, Laporan Kebijakan Moneter 2026).
Di sisi lain, Kementerian Koperasi dan UKM terus mendorong penguatan UMKM sebagai tulang punggung perekonomian nasional. Pengembangan akses pembiayaan, digitalisasi usaha, dan peningkatan kapasitas pelaku usaha menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memperluas kesempatan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat. (Sumber: Kementerian Koperasi dan UKM RI, 2026).
Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian juga terus mendorong investasi, hilirisasi industri, dan pengembangan sektor riil sebagai upaya menciptakan lapangan kerja baru. Kebijakan tersebut diharapkan dapat memperkuat daya beli masyarakat melalui peningkatan pendapatan dan produktivitas tenaga kerja. (Sumber: Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI, 2026).
Selain itu, Badan Pusat Statistik (BPS) secara berkala memantau perkembangan konsumsi rumah tangga, inflasi, dan indikator ekonomi lainnya sebagai dasar evaluasi kebijakan pemerintah dalam menjaga pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. (Sumber: BPS, Rilis Indikator Ekonomi 2026).
Menurut Ibrahim, upaya pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat perlu didukung oleh pelaksanaan kebijakan yang konsisten, transparan, dan tepat sasaran. Ia menilai bahwa perlindungan sosial, penciptaan lapangan kerja, penguatan UMKM, serta pengendalian inflasi merupakan faktor penting untuk menjaga kesejahteraan masyarakat dan memperkuat ketahanan ekonomi nasional.
Ibrahim SM. MM