Nusantara News Center (NNC), Jambi — Sebanyak 11.795 warga Kota Jambi tercatat mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah memburuknya kualitas udara akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Selain ISPA, data juga mencatat 1.405 kasus diare dan 528 kasus konjungtivitis atau peradangan pada mata.

Kepala BPBD Kota Jambi, Doni Sumatriadi, menyebut tingginya angka gangguan kesehatan tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah dalam menangani dampak kabut asap. Data kasus kesehatan dipantau melalui surveilans bersama instansi terkait.

Berdasarkan pemantauan kualitas udara pada 12 Oktober 2026 pukul 13.00 WIB, Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Kota Jambi mencapai 277 atau masuk kategori sangat tidak sehat. Kondisi ini meningkatkan kekhawatiran terhadap paparan partikulat halus PM2.5 yang dapat masuk ke saluran pernapasan hingga mencapai paru-paru.

Wali Kota Jambi Maulana mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan selama kualitas udara masih buruk. Warga yang harus beraktivitas di luar rumah disarankan menggunakan masker, sedangkan masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.

Pemerintah daerah juga menyiapkan layanan kesehatan melalui fasilitas kesehatan milik pemerintah bagi masyarakat yang terdampak kabut asap. Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Jambi turut menyiapkan posko kesehatan serta bantuan masker dan oksigen untuk membantu warga menghadapi dampak asap karhutla.

Meski angka kasus kesehatan meningkat bersamaan dengan periode kabut asap, data tersebut tidak otomatis membuktikan bahwa seluruh kasus ISPA, diare, dan konjungtivitis disebabkan langsung oleh karhutla. Namun, memburuknya kualitas udara tetap menjadi alasan penting untuk meningkatkan kewaspadaan dan perlindungan kesehatan masyarakat.