Pelantikan BEM Universitas Saintek Muhammadiyah Periode 2026-2027
NUSANTARA NEWS CENTER (NNC) Jakarta, 5 Agustus 2026 - Semangat baru kepemimpinan mahasiswa resmi dimulai melalui Pelantikan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Saintek Muhammadiyah Periode 2026–2027 yang diselenggarakan di Aula Bawah Universitas Saintek Muhammadiyah. Mengusung tema "Mewujudkan Tata Kelola BEM SAINTEKMU yang Transparan, Responsif, dan Terstruktur guna Membentuk Sinergi Pergerakan yang Inovatif dan Berdampak Nyata," kegiatan ini menjadi momentum penting dalam menandai dimulainya estafet kepemimpinan baru sekaligus mempertegas komitmen BEM SAINTEKMU untuk menjadi organisasi mahasiswa yang profesional, adaptif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kampus maupun masyarakat.
Kegiatan dihadiri oleh Rektor Universitas Saintek Muhammadiyah Dr. Faiz Rafdhi, M.Kom., Kepala Bagian Kemahasiswaan Fitrah Juliansyah, M.Kom., Kaprodi Sains Data Dora Bernadisman, M.Kom., M.M., Presiden Mahasiswa Periode 2024–2025 Radityo Satrio, jajaran organisasi mahasiswa, serta sivitas akademika Universitas Saintek Muhammadiyah.
Rangkaian acara diawali dengan pembukaan oleh Master of Ceremony, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh Muhammad Abi Bakrin, serta menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Muhammadiyah, dan Mars Universitas Saintek Muhammadiyah. Suasana khidmat yang tercipta menjadi pembuka semangat bagi seluruh hadirin dalam menyaksikan lahirnya kepengurusan baru BEM SAINTEKMU.
Memasuki agenda laporan Ketua Pelaksana, Rafli Firmansyah menyampaikan apresiasi kepada PCM Kebayoran Baru, Universitas Saintek Muhammadiyah, para demisioner BEM Universitas, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga pelantikan dapat terlaksana dengan baik. Dalam kesempatan tersebut, ia juga memaparkan laporan pendapatan dan penggunaan anggaran kegiatan sebagai bentuk transparansi dan pertanggungjawaban panitia.
Dalam laporannya Rafli mengatakan bahwa Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Saintek Muhammadiyah periode 2026–2027 resmi memiliki kepengurusan yang berjumlah 19 orang. Menurutnya, organisasi tidak diukur dari banyaknya anggota, melainkan dari kualitas komitmen dan integritas setiap orang yang berada di dalamnya.
Usai penyampaian laporan Ketua Pelaksana, acara dilanjutkan dengan sambutan sekaligus pengantar pelantikan dari Ketua Komisi Pemilihan Umum SaintekMu, Ales Saputra. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa proses suksesi kepemimpinan tahun ini memiliki makna tersendiri karena Presiden Mahasiswa terpilih lahir melalui proses penyerahan mandat, musyawarah, dan kesepakatan bersama, bukan melalui kompetisi pemungutan suara. Hal tersebut, menurutnya, menjadi bukti bahwa semangat persatuan dan musyawarah masih menjadi landasan utama dalam menentukan arah kepemimpinan mahasiswa.
Selanjutnya Presiden Mahasiswa Universitas Saintek Muhammadiyah Periode 2024–2025, Radityo Satrio, memberikan sambutan sekaligus membuka secara resmi prosesi pelantikan. Dalam sambutannya ia mengenang perjalanan panjang kepengurusan sebelumnya serta mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang tetap menjaga keberlangsungan organisasi hingga lahir kepengurusan baru. Di akhir sambutan, Radityo juga menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan selama mengemban amanah sebagai Presiden Mahasiswa.
Prosesi inti pelantikan kemudian dipimpin langsung oleh Kepala Bagian Kemahasiswaan Universitas Saintek Muhammadiyah, Fitrah Juliansyah. Pelantikan diawali dengan pembacaan Surat Keputusan Rektor, pemanggilan seluruh pengurus, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan sumpah jabatan yang diikuti oleh seluruh pengurus BEM periode 2026–2027. Prosesi tersebut menjadi simbol lahirnya kepengurusan baru yang secara resmi menerima amanah organisasi untuk satu periode ke depan.
Setelah prosesi pelantikan selesai, dilaksanakan serah terima jabatan melalui penyerahan Bendera BEM Universitas Saintek Muhammadiyah dari Presiden Mahasiswa demisioner Radityo kepada Presiden Mahasiswa terpilih Sugali sebagai simbol estafet kepemimpinan organisasi. Momen tersebut dilanjutkan dengan penyerahan Bandage BEM Universitas oleh Rektor Universitas Saintek Muhammadiyah kepada Presiden Mahasiswa Sugali dan Wakil Presiden Mahasiswa Rafli Firmansyah sebagai tanda sah dimulainya kepengurusan baru Kabinet El Patron.
Dalam pidato perdananya sebagai Presiden Mahasiswa Universitas Saintek Muhammadiyah Periode 2026–2027, Sugali menyampaikan bahwa kepemimpinan bukanlah sesuatu yang hadir secara instan, melainkan hasil dari proses panjang pengkaderan, pengalaman organisasi, dan pembelajaran yang berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa Kabinet El Patron hadir sebagai patron pergerakan yang Transparan, Responsif, dan Terstruktur, sekaligus mengajak seluruh organisasi mahasiswa untuk memperkuat kolaborasi demi menghadirkan gerakan mahasiswa yang sehat, adaptif, dan berorientasi pada solusi.
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan Launching Logo Kabinet El Patron yang dipandu oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Melalui video yang ditayangkan kepada seluruh peserta, diperkenalkan filosofi logo kabinet sebagai representasi arah gerak kepengurusan baru. Menteri Komunikasi dan Informatika, Chelvin Ferdinand, menjelaskan bahwa setiap unsur dalam logo merupakan simbol komitmen Kabinet El Patron dalam membangun BEM yang lebih progresif, kolaboratif, dan mampu memberikan dampak nyata bagi mahasiswa.
Menjelang penutupan acara, Rektor Universitas Saintek Muhammadiyah Dr. Faiz Rafdhi, M.Kom., menyampaikan pesan kepada seluruh pengurus yang baru dilantik agar mampu menjadi pemimpin yang adaptif, menjaga nilai-nilai demokrasi kampus, merangkul seluruh organisasi mahasiswa, serta menghadirkan inovasi yang membawa nama baik almamater. Rektor juga berharap BEM Universitas dapat menjadi corong organisasi mahasiswa yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan kampus maupun masyarakat.
Seluruh rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol dimulainya masa bakti Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Saintek Muhammadiyah Periode 2026–2027 di bawah kepemimpinan Sugali bersama Kabinet El Patron. Pelantikan ini tidak hanya menjadi seremoni pergantian kepengurusan, tetapi juga menjadi titik awal lahirnya semangat baru untuk membangun BEM SAINTEKMU yang transparan, responsif, terstruktur, inovatif, kolaboratif, dan mampu memberikan dampak nyata bagi mahasiswa, universitas, maupun masyarakat luas.