Ilustrasi Gempa Bumi.
Nusantara News Center (NNC), GORONTALO — Gempa bumi mengguncang wilayah Pohuwato, Provinsi Gorontalo, pada Senin, 12 Oktober 2026, pukul 04.34 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat kekuatan awal gempa mencapai magnitudo 5,7 dengan kedalaman 76 kilometer.
Berdasarkan informasi resmi BMKG, pusat gempa berada di darat, sekitar 29 kilometer barat laut Pohuwato, pada koordinat 0,64 derajat Lintang Utara dan 121,75 derajat Bujur Timur. BMKG menyatakan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.
Dalam siaran pers yang diterbitkan pada Senin pagi, BMKG juga mencantumkan hasil pemutakhiran parameter gempa menjadi magnitudo 5,4 dengan kedalaman 85 kilometer. Perbedaan angka tersebut merupakan bagian dari pembaruan analisis data gempa.
Guncangan Dirasakan di Sejumlah Wilayah
Guncangan gempa dilaporkan dirasakan di beberapa wilayah di Gorontalo dan Sulawesi Tengah. Berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan BMKG, intensitas IV MMI terjadi di Kabupaten Buol dan Tolitoli, Sulawesi Tengah.
Sementara itu, intensitas III MMI tercatat di Kabupaten Boalemo, Kabupaten Pohuwato, Kabupaten Gorontalo, Kota Gorontalo, dan Kabupaten Bone Bolango.
Pada skala III MMI, getaran dirasakan nyata di dalam rumah dan terasa seperti ada truk yang melintas. Adapun skala IV MMI menunjukkan guncangan dapat dirasakan banyak orang di dalam rumah.
Hingga pukul 04.50 WIB, pemantauan BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan. Meski demikian, lembaga tersebut menyatakan pemantauan akan terus dilakukan dan informasi dapat diperbarui sesuai perkembangan data.
BMKG Imbau Warga Tetap Tenang
BMKG mengimbau masyarakat agar tidak panik dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Dalam keterangannya, BMKG juga meminta warga menghindari bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan akibat gempa. Masyarakat diminta memastikan kondisi bangunan aman sebelum kembali beraktivitas di dalamnya.
Informasi resmi terkait perkembangan gempa dapat diakses melalui situs BMKG dan kanal komunikasi resmi lembaga tersebut, termasuk akun media sosial @infoBMKG.
Sampai informasi resmi yang dirujuk dalam laporan ini diterbitkan, belum terdapat keterangan terkonfirmasi mengenai jumlah korban maupun kerusakan bangunan akibat gempa tersebut.
Nusantara News Center