Nusantara News Center (NNC), Palu — Rabu, 7 Oktober 2026 — Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Tengah bersama Panitia Penerima Tanwir dan Milad ke-114 Muhammadiyah menanam 114 pohon kelor di lingkungan Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Palu. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian persiapan menyambut Tanwir Muhammadiyah 2026.

Penanaman dilakukan di belakang Kantor Dekanat Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unismuh Palu pada Ahad (20/9). Tanwir Muhammadiyah 2026 sendiri dijadwalkan berlangsung di kompleks Unismuh Palu pada 19-21 November 2026.

Ketua PWM Sulawesi Tengah Muh. Amin Parakkasi mengatakan pemilihan pohon kelor bukan sekadar simbol untuk menyambut agenda nasional Muhammadiyah. Menurutnya, kelor memiliki keterkaitan erat dengan kehidupan masyarakat Sulawesi Tengah, khususnya Kota Palu, sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kearifan lokal daerah.

“Setelah dianalisis, ternyata tanaman kelor ini sangat berbanding lurus dengan semangat Muhammadiyah. Tanaman yang sederhana, tetapi banyak memberi manfaat dan sangat tangguh, bisa tumbuh di berbagai kondisi tanpa perawatan rumit,” jelas Amin.

Menurut Amin, penggunaan unsur kelor dalam Tanwir Muhammadiyah 2026 berawal dari usulan PWM Sulawesi Tengah untuk menjadikan motif daun kelor sebagai batik resmi Tanwir. Usulan tersebut kemudian diterima Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan menjadi inspirasi dalam desain logo Tanwir dan Milad ke-114 Muhammadiyah.

Ia menilai masuknya kearifan lokal Sulawesi Tengah ke dalam identitas Tanwir menjadi kebanggaan tersendiri bagi Muhammadiyah maupun masyarakat setempat.

“Ini sebuah kebanggaan bagi Muhammadiyah dan masyarakat Sulawesi Tengah bahwa kearifan lokal kita, pohon kelor dan sayur kelor, menjadi go nasional di Muhammadiyah melalui batik dan logo Tanwir,” ujarnya.

Filosofi Pohon Kelor

Penanaman 114 pohon kelor juga membawa filosofi yang dinilai sejalan dengan karakter gerakan Muhammadiyah. Kelor dikenal sebagai miracle tree atau pohon ajaib karena memiliki beragam manfaat dan mampu tumbuh dalam berbagai kondisi.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir sebelumnya menjelaskan bahwa daun kelor dalam identitas Tanwir dan Milad ke-114 Muhammadiyah merepresentasikan sejumlah nilai, antara lain kesederhanaan dan ketangguhan, keluasan wawasan dan pergerakan, serta kesejahteraan dan kemakmuran.

Karena itu, penanaman 114 pohon kelor di Unismuh Palu tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan simbolis menjelang Tanwir dan Milad Muhammadiyah. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya merawat lingkungan sekaligus membawa kearifan lokal Sulawesi Tengah ke dalam agenda nasional organisasi.

Ketua Panitia Penerima Tanwir dan Milad ke-114 Muhammadiyah yang juga Rektor Unismuh Palu, Rajindra, bersama puluhan panitia dan jajaran pejabat Unismuh Palu turut mengikuti kegiatan penanaman tersebut.

Tanwir Muhammadiyah 2026 yang dirangkaikan dengan Milad ke-114 Muhammadiyah mengusung tema “Bersama Satukan Bangsa”. Agenda tersebut akan menjadi salah satu forum Muhammadiyah untuk memperkuat peran organisasi dalam merawat persatuan dan menghadirkan kemanfaatan bagi masyarakat.