Suasana kepadatan penumpang rangkaian KRL Commuter Line rute Rangkasbitung-Tanah Abang (Green Line) di Stasiun Tanah Abang, Selasa (13/10/2026).
Nusantara News Center (NNC), Jakarta — Kepadatan penumpang Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line Green Line rute Rangkasbitung–Tanah Abang menjadi sorotan seiring meningkatnya jumlah pengguna dan terbatasnya kapasitas layanan. Kondisi tersebut terutama terasa pada jam sibuk ketika masyarakat berangkat dan pulang beraktivitas.
Salah satu penyebabnya adalah pertumbuhan permukiman dan jumlah pengguna di sepanjang lintas Tanah Abang–Rangkasbitung, sementara jarak waktu kedatangan kereta masih relatif panjang. KAI Commuter mencatat rata-rata pengguna Green Line mencapai 245.085 orang per hari, sebagaimana disampaikan pada September 2026.
Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin sebelumnya juga mengungkapkan tingkat kepadatan lintas Rangkasbitung dapat mencapai 161 persen pada jam sibuk. Angka tersebut menunjukkan besarnya tekanan terhadap kapasitas angkut yang tersedia.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintah dan operator menyiapkan peningkatan kapasitas melalui pemangkasan waktu tunggu antarkereta atau headway, penambahan kapasitas rangkaian, serta percepatan elektrifikasi jalur Green Line. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi pada Juni 2026 menyebut peningkatan kapasitas menjadi salah satu alasan jalur ini diprioritaskan, dengan target penyelesaian proyek elektrifikasi pada 2027.
Meski demikian, peningkatan layanan membutuhkan kesiapan infrastruktur pendukung, termasuk jaringan listrik dan persinyalan. Tanpa pembenahan yang sejalan dengan pertumbuhan penumpang, kepadatan berpotensi terus menjadi persoalan bagi pengguna KRL, khususnya pada jam berangkat dan pulang kerja.
Nusantara News Center