NUSANTARA NEWS CENTER (NNC) – Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Depok melalui Pimpinan Ranting Kelurahan Pondok Petir menggelar pelatihan Artificial Intelligence (AI) bertajuk "Melek AI, Siap Hadapi Masa Depan" di Gedung Pemuda Pondok Pesantren An-Nadhlah, Pondok Petir, Depok. Kegiatan yang diikuti lebih dari 100 peserta dari berbagai kalangan ini bertujuan meningkatkan literasi digital sekaligus mempersiapkan generasi muda menghadapi percepatan transformasi teknologi di berbagai sektor kehidupan.
Wakil Ketua DPRD Kota Depok, Yuni Indriyani, yang hadir sebagai keynote speaker, memberikan apresiasi atas inisiatif GP Ansor dalam menghadirkan ruang pembelajaran teknologi yang terbuka bagi masyarakat. Menurutnya, penguasaan kecerdasan buatan bukan lagi sekadar keterampilan tambahan, melainkan investasi penting untuk membangun sumber daya manusia yang mampu bersaing di era digital. Ia menilai perkembangan AI telah mengubah berbagai bidang, mulai dari pendidikan, kesehatan, dunia kerja, pelayanan publik, hingga aktivitas sehari-hari, sehingga generasi muda perlu memiliki kemampuan untuk beradaptasi dan berinovasi.
Dalam kesempatan tersebut, Yuni mengajak generasi muda agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menciptakan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat. Ia menegaskan bahwa Indonesia membutuhkan lebih banyak talenta digital yang mampu mengembangkan aplikasi, platform, maupun solusi berbasis AI untuk menjawab berbagai tantangan di bidang pendidikan, ekonomi, industri, dan pelayanan publik. Menurutnya, pertanyaan yang harus dijawab generasi muda saat ini bukan lagi apakah AI akan mengubah dunia, melainkan apakah mereka siap menjadi pelaku perubahan atau hanya menjadi penonton.
Yuni juga menekankan tiga prinsip utama dalam memanfaatkan kecerdasan buatan, yakni menggunakan AI untuk meningkatkan produktivitas, memanfaatkannya secara bijak dan bertanggung jawab, serta memandang perkembangan teknologi sebagai peluang, bukan ancaman. Meski otomatisasi diperkirakan akan mengubah sejumlah jenis pekerjaan, ia meyakini era digital juga akan melahirkan profesi-profesi baru yang membutuhkan kemampuan analisis data, kreativitas, komunikasi, pemrograman, serta inovasi. Oleh karena itu, pelatihan di bidang coding, data science, AI, dan kewirausahaan digital perlu terus diperluas agar dapat diakses oleh lebih banyak pelajar dan mahasiswa.
Sementara itu, Ketua PC GP Ansor Kota Depok, Muhammad Kahfi, mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari komitmen organisasi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Menurutnya, GP Ansor ingin melahirkan generasi muda yang tidak hanya melek digital, tetapi juga mampu mengembangkan inovasi berbasis AI untuk mendukung kemajuan pendidikan, organisasi, ekonomi, serta pelayanan kepada masyarakat. Ia menambahkan, keberhasilan penyelenggaraan kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, termasuk unsur Nahdlatul Ulama, Dompet Dhuafa, Yakesma, Devoteam Google Cloud, Aarcon, dan sejumlah mitra strategis lainnya.
Pelatihan menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan akademisi, praktisi industri, hingga pegiat teknologi, antara lain Ketua Program Studi Teknik Informatika Universitas Pamulang Dr. Ahmad Musyafa, AI Lead Devoteam Google Cloud Business Unit Indonesia Komang Tryana Mertayasa, Wakil Divisi Penyuluhan Hukum Pengurus Pusat LBH GP Ansor Ikhwan Hikayat, serta Ketua Cyber Ansor Kota Depok Febryansyah. Melalui kegiatan ini, GP Ansor berharap semakin banyak lahir programmer, peneliti AI, wirausahawan digital, dan inovator muda yang mampu berkontribusi bagi pembangunan bangsa sekaligus memperkuat daya saing Indonesia di era ekonomi digital.