Nusantara News Center (NNC), Martapura — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, meluas hingga membakar rumah warga di Desa Pematang Baru, Kecamatan Martapura Timur. Rumah milik Noraini Anang (70) tersebut tidak dapat diselamatkan setelah api merambat dari kawasan lahan yang terbakar di sekitar permukiman.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Banjar, Agus Siswanto, mengatakan rumah tersebut dihuni satu keluarga dengan empat orang. Bangunan yang sebagian besar berbahan kayu serta tiupan angin kencang membuat api cepat membesar dan menghanguskan rumah.

Peristiwa ini terjadi di tengah meningkatnya karhutla di Kabupaten Banjar. Pemerintah kabupaten sebelumnya telah menyepakati peningkatan status penanganan dari siaga menjadi tanggap darurat, menyusul meluasnya kebakaran, kekeringan, dan dampak kabut asap terhadap masyarakat.

Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Banjar yang dirilis 9 Oktober 2026, luas lahan terbakar sejak 15 Juli hingga awal Oktober mencapai sekitar 6.301 hektare dan tersebar di 19 kecamatan. Dampak asap juga dilaporkan mengganggu kesehatan dan kegiatan pendidikan, sementara kekeringan memengaruhi ketersediaan air bersih di sejumlah desa.

Petugas pemadam dan unsur terkait terus melakukan penanganan di wilayah terdampak. Meluasnya api hingga permukiman menjadi pengingat bahwa karhutla tidak hanya mengancam lingkungan, tetapi juga keselamatan warga dan tempat tinggal mereka.