Nusantara News Center (NNC), Jakarta — Polda Metro Jaya menggelar tradisi arak-arakan untuk melepas Komjen Pol. Asep Edi Suheri dan Irjen Pol. Dekananto Eko Purwono yang mendapat penugasan baru di lingkungan Polri. Prosesi tersebut menjadi bagian dari rangkaian pergantian kepemimpinan sekaligus bentuk penghormatan atas pengabdian keduanya selama bertugas di kepolisian ibu kota.

Asep Edi Suheri selanjutnya mengemban jabatan sebagai Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri. Sementara itu, Dekananto Eko Purwono mendapat penugasan sebagai Kapolda Jawa Timur.

Tradisi pelepasan berlangsung setelah rangkaian kegiatan serah terima jabatan dan pisah sambut di lingkungan Polda Metro Jaya. Prosesi ini menjadi momen peralihan tugas bagi pejabat lama sebelum melanjutkan tanggung jawab baru sesuai penugasan yang diberikan pimpinan Polri.

Rangkaian kegiatan diawali dengan tradisi penyambutan pimpinan baru dari Gerbang Jagatama menuju Gedung Promoter Polda Metro Jaya. Agenda tersebut kemudian dilanjutkan dengan penyerahan Pataka Polda Metro Jaya sebagai bagian dari tradisi institusi dalam pergantian kepemimpinan.

Selain itu, kegiatan turut diisi dengan rapat paripurna pengurus Bhayangkari Daerah Metro Jaya dan serah terima jabatan Ibu Asuh Polisi Wanita (Polwan). Rangkaian acara kemudian berlanjut ke malam pisah sambut yang mempertemukan pejabat lama dan pejabat baru beserta jajaran kepolisian.

Pada bagian akhir, Polda Metro Jaya menggelar prosesi pelepasan melalui arak-arakan. Tradisi tersebut menjadi simbol berakhirnya masa tugas Asep Edi Suheri dan Dekananto Eko Purwono di lingkungan Polda Metro Jaya sebelum keduanya menjalankan amanah baru.

Pergantian jabatan tersebut berlangsung di tengah rotasi sejumlah posisi strategis di tubuh Polri. Mutasi dilakukan sebagai bagian dari dinamika organisasi, pembinaan karier personel, serta penyesuaian kebutuhan institusi dalam menjalankan tugas pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir sebelumnya menjelaskan bahwa mutasi dan rotasi jabatan merupakan mekanisme rutin dalam organisasi kepolisian.

“Mutasi dan rotasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri. Hal ini dilakukan sesuai kebutuhan organisasi sekaligus sebagai bagian dari pembinaan karier dan penyegaran dalam pelaksanaan tugas kepolisian,” kata Johnny dalam keterangan tertulis.

Pergantian sejumlah pejabat tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026. Rotasi itu mencakup sejumlah posisi strategis, termasuk pergantian pimpinan di Polda Metro Jaya dan beberapa kepolisian daerah lainnya.

Perubahan kepemimpinan di lingkungan Polda Metro Jaya menjadi bagian dari upaya penyegaran organisasi dalam menghadapi tantangan keamanan di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Sebagai salah satu wilayah dengan aktivitas masyarakat yang tinggi, Polda Metro Jaya memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga keamanan, menegakkan hukum, serta memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Melalui prosesi pelepasan tersebut, institusi kepolisian menandai berakhirnya masa pengabdian dua pejabat di Polda Metro Jaya. Keduanya diharapkan dapat melanjutkan tugas dan tanggung jawab di jabatan baru dengan tetap menjalankan fungsi kepolisian sesuai ketentuan yang berlaku.